MAKALAH MEDIA DAN SUMBER BELAJAR ALMAYANTI 080

           

TEORI MEDIA DAN KAWASAN DISIPLIN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

 

Makalah

 

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Makalah pada Mata Kuliah Media dan Sumber Belajar Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Alauddin Makassar

 

Dosen Pengampu: Dr. Rosdiana, M.Pd.I Oleh: Kelompok 2

MUH. RIDWAN JANWAR AWAL MALIK

NIM: 20100120079

 

ALMAYANTI

NIM: 20100120080

 

AHMAD YUSUF NAWIR

NIM: 20100120081

 

 

 

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

 

2021


 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

ميحرلٱ نمحرلٱ للَٱ مسب

 

Alhamdulillahi Robbilalamin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat  Allah swt. Dia-lah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Berkat rahmat dan karunia- Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat seiring salam semoga selalu tercurah kepada nabi akhir zaman, suri teladan bagi kita semua yakni Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang setia dan istiqomah berada di atas ajarannya hingga hari kiamat.

 

Makalah yang berjudul Teori Media dan Kawasan Disiplin Teknologi Pembelajaran ini merupakan perwujudan tugas kelompok dari mata kuliah Media dan Sumber Belajar dalam melakukan sebuah diskusi. Makalah ini disusun untuk memberikan pemahaman kepada kita semua tentang hal-hal yang mencakup tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dimanfaatkan dalam pendidikan.

 

Namun,  makalah ini jauh dari kata sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah swt. Maka dari itu, penulis berharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca jika menemukan kekurangan dalam makalah ini.

Akhirul kalam, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membantu penyusunan makalah ini, termasuk dosen pengampu  yang memberikan tugas dan arahannya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadi motivasi bagi penulisnya.

 

Makassar, 22 September  

Penulis

 

 

 

i


 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I    PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................. 1

C. Tujuan ................................................................................................... 2

BAB II   PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

A. Sejarah dan Landasan Teori Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran

3

B. Prinsip dan Landasan Penggunaan Media Pembelajaran........................ 6

C. Pengertian Teknologi Pembelajaran .................................................... 11

D. Kawasan Teknologi Pembelajaran ...................................................... 13

BAB III  PENUTUP .............................................................................................. 22

A. Kesimpulan ........................................................................................ 22

B. Saran .................................................................................................. 22

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii


 

 

 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang

 

 

Pendidikan  merupakan  salah  satu  penunjang  kemajuan  peradaban  dunia. Tidak heran jika pendidikan menjadi fokus utama yang harus dikembangkan dengan mengikuti  kemajuan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  agar  dapat  menyesuaikan zaman. Dalam pendidikan, ada yang dinamakan sistem pembelajaran yang bertujuan dalam  menentukan  metode, tujuan,  media,  sumber,  yang  akan digunakan peserta didik untuk belajar di kelas. Sistem pembelajaran sangat membutuhkan media dan sumber belajar. Maka dari itu, untuk  mendukung penggunaan media dan sumber belajar, digunakanlah teknologi yang sesuai.

 

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan membantu dan memudahkan peserta didik dan pendidik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Akan tetapi, teknologi sering kali dikesampingkan dalam menunjang pembelajaran. Padahal di era serba teknologi ini, sangat dibutuhkan peran teknologi dalam mendukung pembelajaran, baik itu di rumah maupun di sekolah. Maka dari itu, makalah ini akan memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kawasan teknologi sebagai media dalam melaksanakan pembelajaran.

 

B. Rumusan Masalah

 

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka diajukan rumusan masalah antara lain:

 

 

 

 

 

 

 

1


2

 

 

 

 

 

 

 

1.   Bagaimana   sejarah   dan   landasan   teori   penggunaan   media   dalam pembelajaran?

 

2. Apa landasan dan prinsip penggunaan media pembelajaran?

 

 

3. Apa pengertian kawasan teknologi pembelajaran?

 

 

4. Apa saja yang mencakup dalam kawasan teknologi pembelajaran?

 

 

C. Tujuan

 

 

Bersumber pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penyusunan makalah ini yaitu:

 

1. Untuk mengetahui landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran.

 

 

2. Untuk mengetahui landasan dan prinsip penggunaan media pembelajaran.

 

 

3. Untuk mengetahui pengertian kawasan teknologi pembelajaran.

 

 

4.  Untuk  mengetahui  hal-hal  yang  mencakup  dalam  kawasan  teknologi pembelajaran.


 

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

A. Sejarah dan Landasan Teori Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran

 

 

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio- visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan. Edgar Dale dan James Finn merupakan dua tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgar Dale  mengemukakan  tentang  Kerucut  Pengalaman  (Cone  of  Experience) sebagaimana tampak dalam gambar 2.1 berikut ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1

 

 

 

 

 

3


 

 

 

 

 

 

 

Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat  langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi,  yang merentang dari yang bersifat konkret ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran .

 

Pemikiran Edgar Dale tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini merupakan  upaya  awal  untuk  memberikan  alasan  atau  dasar  tentang  keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audiovisual dan juga salah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam memberi  pengalaman  dalam  proses  pembelajaran. Kerucut Pengalaman Dale telah menyatukan teori pendidikan John Dewey (salah satu tokoh aliran progresivisme) dengan gagasan gagasan dalam bidang psikologi yang tengah populer pada masa itu.

 

Sedangkan, James Finn seorang mahasiswa tingkat doktoral dari Edgar Dale berjasa dalam mengusulkan bidang komunikasi audio-visual menjadi Teknologi Pembelajaran yang kemudian berkembang hingga saat ini menjadi suatu profesi tersendiri, dengan didukung oleh penelitian, teori dan teknik tersendiri. Gagasan Finn mengenai terintegrasinya sistem dan proses mampu mencakup dan memperluas gagasan Edgar Dale tentang keterkaitan antara bahan dengan proses pembelajaran. 1

 

Terdapat  sepuluh  macam  klasifikasi  media  pengajaran  yang  digunakan

 

berdasarkan gambar di atas, yakni:

 

 

 

 

 

1Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran (Cet. I;Banjarmasin: IAIN Antasari

Press, 2012), h. 19-20.


 

 

 

 

 

 

 

1. Mengalaminya    secara    langsung,    dengan    melakukannya    atau    berbuat, pengalaman ini diperoleh dengan berhubungan secara langsung dengan benda, kejadian,  atau  obyek  yang  sebenarnya.  Peserta  didik  secara  aktif  bekerja sendiri, memecahkan masalah  sendiri yang kesemuanya didasarkan atas tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Mengamati orang lain melakukannya, pengalaman ini diperoleh melalui benda- benda atau kejadian-kejadian tiruan yang sebenarnya.

3. Pengalaman  melalui dramatisasi,  pengalaman  semacam  ini diperoleh  dalam bentuk drama dari berbagai gerakan, atau bermain peran .

4. Demonstrasi,   yaitu   pengalaman   melalui   percontohan   atau   pertunjukan mengenai  suatu  hal atau  sesuatu  proses,  misalnya  cara  wudhu  yang  benar, peragaan tata cara sholat , dan sebagainya.

5. Pengalaman melalui darmawisata, pengalaman semacam ini diperoleh dengan mengajak   siswa   ke   obyek   diluar   kelas   dengan   maksud   memperkaya dan memperluas pengalaman siswa.

6. Pengalaman  melalui  pameran  (Study  Display),  pengalaman  ini  diperoleh melalui  pertunjukan  hasil  pekerjaan  siswa  perkembangan  dan  kemajuan sekolah.

7. Pengalaman   melalui   gambar   hidup   (televisi)   atau   film,   gambar   hidup merupakan rangkaian  gambar-gambar  yang  diproyeksikan  ke  layar  dengan kecepatan tertentu, bergerak secara kontinyu sehingga benar-benar mewujudkan gerakan yang normal dari apa yang diproyeksikan.

8. Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar mati, pengalaman di sini diperoleh melalui siaran radio, dalam bentuk ceramah, wawancara dan sandiwara.


 

 

 

 

 

 

 

9. Pengalaman  melalui  lambang  visual,  pengalaman  disini  diperoleh  melalui lambang-lambang visual, seperti hasil lukisan dan bentuknya lengkap atau tidak lengkap (sketsa) lengkap dengan garis-garis gambar yang dijelmakan secara logis untuk meragakan antara fakta dan ide (bagan).

10.  Pengalaman melalui lambang kata/verbal, pengalaman semacam ini diperoleh dalam buku, majalah dan dan bahan bacaan lainnya.2

 

B. Prinsip dan Landasan Penggunaan Media Pembelajaran

 

 

1. Prinsip Penggunaan Media Pembelajaraan

 

 

Prinsip  pokok  yang  harus  diperhatikan  dalam penggunaan  media  pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah  siswa  belajar  dalam  upaya  memahami materi  pelajaran.  Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu   ditekankan   sebab   sering   media   dipersiapkan   hanya   dilihat   dari   sudut kepentingan guru.

 

Ada beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:

 

a) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang

lain.

 

 

 

 

 

 

2Supriyanti, Teori Media  Pembelajaran dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar (Cone of

Experience  dan  Bruner),  Dwija  Inspira,   http://dwijainspira.id/index.php/DI/article/view/4/2   (22

September 2021).


 

 

 

 

 

 

 

b) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media   bukan  hanya   sekedar   alat   bantu   mengajar   pengajar   saja.,   tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran.

c) Media   apapun   yang   hendak   digunakan,   sasaran   akhirnya   adalah   untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.

d) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar  selingan/pengisi  waktu  atau  hiburan,  melainkan  mempunyai  tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.

e) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.

f)  Penggunaan  beberapa  media  sekaligus  akan  dapat  membingungkan  siswa.

 

Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.

g) Kebaikan  dan  keburukan  media  tidak  tergantung  pada  kekonkritan  dan keabstrakannya.   Media   yang   kongkrit   wujudnya,   mungkin   sukar   untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.3

 

2. Landasan Penggunaan Media Pembelajaran

 

 

a) Landasan Psikologi

 

 

 

 

3Hartanto, Buku Ajar Media Pembelajaran,

https://hartanto104.files.wordpress.com/2013/09/buku-ajar_media-pembelajaran.pdf (22 September

2021), h. 20-21.


 

 

 

 

 

 

 

Belajar adalah proses yang kompleks dan unik; artinya, sesorang yang belajar melibatkan segala aspek kepribadiannya, baik fisik maupun mental. Keterlibatan dari semua aspek kepribadian ini akan nampak dari perilaku belajar orang itu.

 

Keunikan perilaku belajar ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik yang menentukan perilaku belajar, seperti: gaya belajar (visual vs auditif), gaya kognitif (field  independent  vs field  dependent),  bakat,  minat, tingkat  kecerdasan, kematangan intelektual, dan lainnya yang bisa diacukan pada karakteristik individual siswa.

 

Perilaku  belajar siswa yang kompleks dan unik  ini menuntut layanan dan perlakuan pembelajaran yang kompleks dan unik pula untuk setiap siswa. Komponen pembelajaran yang bertanggungjawab untuk menangani masalah ini adalah strategi penyampaian pembelajaran, lebih khusus lagi media pembelajaran. Strategi (media) pembelajaran haruslah dipilih sesuai dengan karakteristik individual siswa. Ia sedapat mungkin harus memberikan layanan pada setiap siswa sesuai dengan karakteristik belajarnya.

 

Perubahan perilaku sebagai akibat dari belajar dapat dikelompokkan ke dalam

 

3 aspek, yaitu: kognitif, sikap, dan keterampilan. Setiap aspek menuntut penggunaan media pembelajaran yang berbeda. Artinya, belajar kognitif memerlukan media yang berbeda dibandingkan siswa yang belajar aspek lainnya. Atas dasar ini, diperlukan strategi  penyampaian  yang  menggunakan  multimedia  untuk  memenuhi  tuntutan belajar aspek yang berbeda-beda.

 

Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya  menggunakan  urutan  dari  belajar  dengan  gambaran  atau  film  (iconic


 

 

 

 

 

 

 

representation   of   experiment)   kemudian   ke   belajar   dengan   simbol,   yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep,  ia  membuat  jenjang  berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.

 

b) Landasan Filosofis

 

Seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran perlu memperhatikan landasan filosofis. Artinya, penggunaan media semestinya didasarkan pada nilai kebenaran  yang  telah  ditemukan  dan  sepakati  banyak  orang.  Baik  kebenaran akademik maupun kebenaran sosial. Media yang disampaikan guru juga perlu dicek kembali kebenaran dan ketepatannya. Guru yang memilih media belum sesuai dengan materi yang akan disampaikan berarti media tersebut tidak benar, tidak bagus, dan tidak indah. Artinya penggunaan media yang tidak tepat belum mempertimbangkan landasan filosofis.

Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbaga jenis media hasil teknologi baru  di dalam  kelas,  akan  berakibat  proses  pembelajaran  yang  kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain, siswa dihargai harkat  kemanusiaannya  diberi  kebebasan  untuk  menentukan  pilihan,  baik  cara maupun alat  belajar  sesuai dengan kemampuannya.  Dengan demikian,  penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak


 

 

 

 

 

 

 

perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru  menganggap siswa sebagai anak  manusia yang  memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

c) Landasan Teknologi

 

Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan belajar siswa. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknolog-teknolog di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa sesuai dengan karakteristiknya. Dalam upaya itu, teknologi bekerja mulai dari pengembangan  dan  pengujian  teori-teori  tentang  berbagai  media  pembelajaran melalui penelitian ilmiah sampai dengan mengembangkan prosedur penggunannya dan akhirnya menggunakannya baik pada tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi (diseminasi). Semua kegiatan ini dilakukan oleh para teknolog dengan berpijak pada prinsip bahwa suatu media hanya memiliki keunggulan dari media lainnya bila digunakan oleh siswa yang memiliki karakteristik sesuai dengan rangsangan yang ditimbulkan oleh media pembelajaran itu. Dengan demikian, proses belajar setiap siswa akan amat  dimudahkan dengan hadirnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiknya.

Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen tersebut meliputi pesan, orang,bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.


 

 

 

 

 

 

 

d) Landasan Empirik

 

Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, bahwa siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila  ia  belajar  dengan  menggunakan  media  yang  sesuai dengan  karakteristiknya. Siswa yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mendapatkan keuntungan dari menggunakan media visual, seperti film, video, gambar atau diagram. Sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti rekaman suara , radio atau ceramah dari guru/  pengajar.  Akan  lebih  tepat  dan  menguntungkan siswa  dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.4

 

C. Pengertian Teknologi Pembelajaran

 

 

Kata teknologi (technology) berasal dari bahasa Yunani techne yang berarti seni, kerajinan, atau keterampilan dan logia yang berarti kata, studi, atau tubuh ilmu pengetahuan. Secara etimologi, teknologi merupakan pengetahuan tentang membuat sesuatu.    Technology    is    the    application    of    knowledge    for    a    practical purpose. Maksudnya,  teknologi  adalah  aplikasi  pengetahuan  untuk  suatu  tujuan praktis.

 

Definisi yang lebih formal diberikan oleh Galbraith dalam Newby dkk. bahwa

 

teknologi  adalah  the  systematic  application  of  scientific  or  other  organized

 

 

 

 

 

4Hartanto, Buku Ajar Media Pembelajaran,

https://hartanto104.files.wordpress.com/2013/09/buku-ajar_media-pembelajaran.pdf (22 September

2021), h. 16-20.


 

 

 

 

 

 

 

knowledge to practical tasks. Maksudnya, teknologi adalah aplikasi sistematis dari

 

pengetahuan ilmiah atau pengetahuan terorganisir lainnya untuk tugas-tugas praktis.5

 

 

Menurut KBBI, Pembelajaran merupakan proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.  Menurut  Chauhan, pembelajaran adalah upaya dalam memberi perangsang (stimulus), bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.6 Menurut Winataputra, pembelajaran ialah kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada peserta didik.

 

Definisi Commission on Instruction Technology (CIT) 1970, Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non-manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.

 

Definisi AECT 1972, Pada tahun 1972, AECT berupaya  merevisi definisi yang sudah ada (1963, 1970, 1971), dengan memberikan rumusan sebagai berikut: Teknologi   Pendidikan   adalah   suatu    bidang    yang    berkepentingan   dengan

memfasilitasi belajar  pada manusia  melalui usaha sistematik  dalam :  identifikasi,

 

 

 

 

 

 

 

5MAG Learning, Definisi Teknologi Pembelajaran Menurut Para Ahli, Situs Resmi MAG

Learning,    https://maglearning.id/2021/03/03/definisi-teknologi-pembelajaran-menurut-para-ahli/   (22

September 2021)

6Sunhaji, Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya dalam Pembelajaran, Jurnal Kependidikan, vol. 11 no. 2 (November 2014), https://media.neliti.com/media/publications/104713-ID- konsep-manajemen-kelas-dan-implikasinya.pdf (22 September 2021), h. 33.


 

 

 

 

 

 

 

pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar

 

serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut.7

 

 

Menurut Nasution, teknologi pendidikan adalah media yang lahir dari perkembangan alat  informasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik, dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia.

 

Jadi,   teknologi   pembelajaran   menurut   penulis   adalah   suatu   hal   yang digunakan  sebagai  aplikasi  atau  sarana  yang  mendukung  metode  pada  kegiatan belajar-mengajar dalam mencapai tujuan secara praktis dan efisien.

 

D. Kawasan Teknologi Pembelajaran

 

 

Definisi 1994, dirumuskan berlandaskan lima bidang garapan dari Teknologi Pembelajaran,   yaitu   :   Desain,   Pengembangan,   Pemanfaatan,   Pengelolaan   dan Penilaian. Kelima hal ini merupakan kawasan (domain) dari bidang Teknologi Pembelajaran. Di bawah ini akan diuraikan kelima kawasan tersebut, dengan sub kategori dan konsep yang terkait:

 

1. Kawasan Desain

 

 

Desain di sini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Kawasan desain bermula dari gerakan psikologi  pembelajaran,  terutama  diilhami  dari  pemikiran  B.F.  Skinner  (1954)

tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions).

 

 

 

 

 

 

7Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 21-22.


 

 

 

 

 

 

 

Aplikasi teori sistem dalam pembelajaran melengkapi dasar psikologi pembelajaran tersebut. Melalui James Finn dan Leonard Silvern, pendekatan sistem pembelajaran secara bertahap mulai berkembang menjadi suatu metodologi dan mulai memasukkan gagasan dari psikologi pembelajaran. Kolaborasi Robert Gagne dengan Leslie Briggs telah menggabungkan keahlian psikologi pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem yang membuat konsep desain pembelajaran menjadi semakin hidup.

 

Kawasan Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu:

 

a) Desain Sistem Pembelajaran; yaitu prosedur yang terorganisasi, meliputi langkah- langkah :

1) Penganalisaan (proses perumusan apa yang akan dipelajari);

 

2) Perancangan (proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya);

 

3) Pengembangan (proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pelajaran);

4) Pelaksanaan/aplikasi (pemanfaatan bahan dan strategi) dan

 

5) Penilaian (proses penentuan ketepatan pembelajaran).

 

b) Desain Pesan; yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima, dengan memperhatikan prinsip- prinsip perhatian, persepsi, dan daya tangkap. Fleming dan Levie membatasi pesan pada pola-pola isyarat, atau simbol yang dapat memodifikasi perilaku kognitif, afektif dan psikomotor. Desain pesan berkaitan dengan hal-hal mikro, seperti : bahan visual, urutan, halaman dan layar secara terpisah.


 

 

 

 

 

 

 

c) Strategi  Pembelajaran;  yaitu  spesifikasi  untuk  menyeleksi  serta  mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan belajar dalam suatu pelajaran. Teori tentang strategi pembelajaran meliputi situasi belajar dan komponen belajar/mengajar. Dalam mengaplikasikan suatu strategi pembelajaran bergantung pada situasi belajar, sifat materi dan jenis belajar yang dikehendaki.

d) Karakteristik Pebelajar, yaitu segi-segi latar belakang pengalaman pebelajar yang mempengaruhi terhadap efektivitas proses belajarnya. Karakteristik pebelajar mencakup keadaan sosio-psiko-fisik pebelajar.8

2. Kawasan Pengembangan

 

 

Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era Teknologi Pembelajaran sekarang ini.

 

Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi pembelajarannya.

 

Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi:

 

a) Teknologi Cetak

Teknologi Cetak adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, seperti:  buku-buku,  bahan-bahan  visual  yang  statis,  terutama  melalui  pencetakan

 

 

 

8Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 23-25.


 

 

 

 

 

 

 

mekanis atau  photografis.  Teknologi ini menjadi dasar  untuk  pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pembelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa cetakan.   Teks   dalam  penampilan  komputer   adalah  suatu   contoh  penggunaan teknologi komputer untuk produksi.

b) Teknologi audio-visual

 

Teknologi Audio-Visual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio  dan visual.  Pembelajaran audio-visual dapat  dikenal dengan  mudah karena menggunakan perangkat  keras di dalam proses pengajaran. Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan visual yang  berukuran besar.  Pembelajaran audio-visual didefinisikan sebagai  produksi  dan  pemanfaatan  bahan  yang  berkaitan  dengan  pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis.

c) Teknologi Berbasis Komputer

 

Teknologi Berbasis Komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakanperangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan di layar monitor. Berbagai aplikasi komputer biasanya disebut computer-based intruction (CBI), computer assisted instruction (CAI),  atau  computer-managed  instruction  (CMI).  Aplikasi-aplikasi  tersebut dapat bersifat:

1) Tutorial, pembelajaran utama diberikan,


 

 

 

 

 

 

 

2) Latihan   dan   pengulangan   untuk   membantu   pembelajar   mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari sebelumnya,

3) Permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengetahuan yang baru dipelajari; dan

4) Sumber data yang memungkinkan pembelajar untuk mengakses sendiri susunan data melalui tata cara  pengakasesan  (protocol)  data yang  ditentukan  secara eksternal.

d)  Teknologi Terpadu

 

Teknologi Terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer. Keistimewaan yang ditampilkan oleh teknologi ini, khususnya dengan menggunakan komputer  dengan  spesifikasi  tinggi,  yakni  adanya  interaktivitas  pembelajar  yang tinggi dengan berbagai macam sumber belajar.9

3. Kawasan Pemanfaatan

 

 

Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan pembelajar dengan bahan dan aktivitas yang spesifik, menyiapkan pembelajar agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pembelajar, serta memasukannya ke dalam prosedur

oragnisasi yang berkelanjutan.

 

 

 

 

 

9Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 25-29


 

 

 

 

 

 

 

Dalam buku Audiovisual Materials in Teaching karya Dale, mengemukakan model  ASSURE,  yang  dijadikan  acuan  prosedur  untuk  merancang  pemanfaatan media dalam mengajar. Langkah-langkah tersebut meliputi: (1) Analyze leraner (menganalisis pembelajar); (2) State Objective (merumuskan tujuan);(3) Select Media and Materials (memilih media dan bahan); (4) Utilize Media and Materials (menggunakan  media dan  bahan),  (5)  Require Learner  Participation  (melibatkan siswa) ; dan (6) Evaluate and Revise (penilaian dan revisi).

 

a) Pemanfaatan Media

 

 

Pemanfaatan Media yaitu penggunaan yang sistematis dari sumber belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Misalnya bagaimana suatu film diperkenalkan atau ditindaklanjuti dan dipolakan sesuai dengan bentuk belajar yang diinginkan.

 

b) Difusi Inovasi

 

Difusi Inovasi adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah untuk terjadinya perubahan. Dalam hal ini, penting dilakukan proses desiminasi, yaitu yang sengaja dan sistematis untuk membuat orang lain sadar adanya suatu perkembangan dengan cara menyebarkan  informasi.  Desiminasi ini merupakan tujuan awal dari difusi inovasi. Langkah-langkah difusi menurut Rogers (1983) adalah :

1) pengetahuan;                             4) Implementasi

 

2) persuasi atau bujukan;              5) Konfiemasi

 

3) keputusan;


 

 

 

 

 

 

 

c) Implementasi dan Institusionalisasi

 

 

Implementasi dan Institusionalisasi yaitu penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya (bukan tersimulasikan). Sedangkan institusionalisasi penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi. Begitu produk inovasi telah diadopsi, proses implementasi dan pemanfaatan dimulai. Untuk menilai pemanfaatan harus ada implementasi.

 

d) Kebijakan dan Regulasi

 

 

Kebijakan  dan  Regulasi;  adalah  aturan  dan  tindakan  yang  mempengaruhi difusi dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kebijakan dan peraturan pemerintah mempengaruhi pemanfaatan teknologi.  Kebijakan dan regulasi biasanya dihambat oleh permasalahan etika dan ekonomi. Misalnya, hukum hak cipta yang dikenakan pada pengguna teknologi, baik untuk teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, maupun teknologi terpadu.10

 

4. Kawasan Pengelolaan

 

Pengelolaan meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui perencanaan,  pengorganisasian,  pengkoordinasian  dan  supervisi.  Kawasan pengelolaan bermula dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media. Pembauran perpustakaan dengan program media membuahkan pusat dan ahli media sekolah.

a)  Pengelolaan Proyek

 

 

 

 

 

10Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 2


 

 

 

 

 

 

 

Pengelolaan Proyek meliputi: perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan. Pengelolaan proyek berbeda dengan pengelolaan tradisional (line and staff management) karena : (a) staf proyek mungkin baru, yaitu anggota tim untuk  jangka pendek; (b)  pengelola proyek  biasanya tidak  memiliki wewenang jangka panjang atas orang karena sifat tugas mereka yang sementara, dan (c) pengelola proyek memiliki kendali dan fleksibilitas yang lebih luas dari yang biasa terdapat pada organisasi garis dan staf.

 

b) Pengelolaan Sumber

 

Pengelolaan Sumber mencakup perencanaan, pemantauan dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber. Pengelolaan sumber memiliki arti penting karena mengatur pengendalian akses. Pengertian sumber dapat mencakup, personil keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas dan sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran mencakup semua teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan pengembangan. Efektivitas biaya dan justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik penting dari pengelolaan sumber.

c) Pengelolaan Sistem Penyampaian

 

 

Pengelolaan sistem penyampaian meliputi perencanaan, pemantauan pengendalian “cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan Hal tersebut  merupakan  suatu  gabungan  antara  medium  dan  cara  penggunaan  yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada pembelajar.

 

d) Pengelolaan Informasi

 

 

Pengelolaan informasi meliputi perencanaan, pemantauan, dan pengendalian cara penyimpanan, pengiriman/pemindahan atau pemrosesan informasi dalam rangka


 

 

 

 

 

 

 

tersedianya sumber untuk kegiatan belajar. Pentingnya pengelolaan informasi terletak pada potensinya untuk mengadakan revolusi kurikulum dan aplikasi desain pembelajaran.11

 

5. Kawasan Penilaian

 

 

Dalam kawasan penilaian dibedakan pengertian antara penilaian program, proyek , produk. Penilaian program – evaluasi yang menaksir kegiatan pendidikan yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan dan sering terlibat dalam penyusunan kurikulum. Sebagai contoh misalnya penilaian untuk program membaca dalam suatu wilayah persekolahan, program pendidikan khusus dari pemerintah daerah, atau suatu program pendidikan berkelanjutan dari suatu Universitas.

 

Penilaian proyek evaluasi untuk menaksir kegiatan yang dibiayai secara khusus guna melakukan suatu tugas tertentu dalam suatu kurun waktu. Contoh, suatu lokakarya 3 hari mengenai tujuan perilaku. Kunci perbedaan antara program dan proyek  ialah  bahwa  program diharapkan  berlangsung  dalam  yang  tidak  terbatas, sedangkan proyek biasanya diharapkan berjangka pendek. Proyek yang dilembagakan dalam kenyataannya menjadi program.

 

Penilaian bahan (produk pembelajaran) evaluasi yang menaksir kebaikan atau manfaat isi yang menyangkut bendabenda fisik, termasuk buku, pedoman kurikulum, film, pita rekaman, dan produk pembelajaran lainnya.

Penilaian merupakan proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar,

mencakup  :  (1)  analisis  masalah;  (2)  pengukuran  acuan  patokan;  (3)  penilaian formatif; dan (4) penilaian sumatif .12

 

 

 

11Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 32-33.

12Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, h. 34.


 

 

 

 

 

BAB III

 

PENUTUP

 

 

A. Kesimpulan

 

 

Edgar Dale menciptakan kerucut pengalaman yang dijadikan sebagai landasan penggunaan  media  pembelajaran.  Dale  berkeyakinan  bahwa  symbol dan  gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan diserap manakala diberikan dalam bentuk  pengalaman  konkrit.  Semakin  ke  atas maka  akan  semakin  berkurang  ke- konkritannya.

 

Landasan dalam penggunaan media belajar sangat penting untuk membantu memahami hubungan media dan peserta didik, seperti landasan psikologi, filosofis, teknologi, dan empirik.

 

Teknologi  pendidikan   adalah  pengembangan,   penerapan,   dan  penilaian sistem-sistem, teknik, dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia.Teknologi pembelajaran yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai aplikasi dan sarana dalam mengembangkan dan meningkatkan proses belajar secara praktis dan efisien. Adapun kawasan teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian.

 

B. Saran

 

Penulis menyarankan bagi para pembaca untuk membaca dan memahami dengan  seksama  teori  tentang  landasan  penggunaan  media  yang  mempengaruhi proses pembelajaran dan hal yang mencakup teknologi dalam pembelajaran. Penulis

berharap agar pembaca memberikan masukan terhadap kekurangan pada makalah ini.

 

 

 

 

 

 

22


 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ramli, Muhammad. Media dan Teknologi Pembelajaran . Cet. I;Banjarmasin: IAIN Antasari Press, 2012.

 

Supriyanti. Teori Media   Pembelajaran dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar (Cone of Experience dan Bruner). Dwija Inspira. http://dwijainspira.id/index.php/DI/article/view/4/2 (22 September 2021).

 

Hartanto.         Buku Ajar     Media Pembelajaran. https://hartanto104.files.wordpress.com/2013/09/buku-ajar_media- pembelajaran.pdf (22 September 2021).

 

Sunhaji. Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Kependidikan,         vol.         11          no.         2         (November         2014). https://media.neliti.com/media/publications/104713-ID-konsep-manajemen- kelas-dan-implikasinya.pdf (22 September 2021).

 

 

 

Komentar